Membeli Sepeda Untuk Anak Pergi Ke Sekolah

Halo, senang rasanya ketika Ayah dan Bunda rela melakukan riset kecil terlebih dahulu ketika akan memilih sepeda untuk buah hatinya hingga menemukan blog ini. Bersepeda adalah kebutuhan penting bagi anak yang sudah mencapai usia sekolah. Bersepeda akan memberikan anak latihan pernafasan sebelum masuk ke ruang kelas, sehingga oksigen dalam tubuh akan dipacu dan meningkatkan potensi anak untuk memahami pelajaran. Bersepeda akan melatih kemandirian si anak sehingga dia akan lebih fleksibel di kemudian hari karena si anak memiliki pilihan moda transportasi.

Orangtua yang memilihkan sepeda untuk anaknya biasanya hanya mencari sepeda dengan harga murah tanpa memahami pertimbangan lainnya. Nah, kali ini kami ingin berbagi tips membeli sepeda untuk anak pergi sekolah.

1. Pertama, memilih merk sepeda. Orangtua perlu mengetahui bahwa merk sepeda berpengaruh terhadap kualitas sepeda. (1) Sepeda buatan dalam negeri sudah berkualitas ekspor lho. Sebut saja Sepeda Polygon, sepeda United, dan sepeda Thrill. Sepeda bermerk ini dirancang dengan material frame (ragangan) yang bagus. Jadi keawetannya tidak diragukan lagi, minimal 5 tahun sesuai garansi frame nya. (2) Ada juga sepeda dengan spek grup set yang sama dengan frame buatan negara RRC. Disini kualitas frame nya masih kalah dengan 3 top brand Indonesia di atas. Tapi harganya terpaut beberapa ratus ribu. (3) Ada juga sepeda full impor dari RRC, sepeda ini dibuat dengan menurunkan kualitas frame dan kualitas grupset. Ketiga jenis sepeda ini sama-sama bisa digunakan. Perbedaannya ada pada keawetan sepeda itu sendiri. Sepeda bagus lebih jarang servis, sedangkan sepeda murah lebih sering servis.

2. Kedua, sebuah sepeda didesain berdasarkan tinggi badannya. Oleh karena itu, seorang anak sebaiknya tidak dipaksa untuk mahir bersepeda dengan ukuran yang lebih besar daripada yang dibutuhkan. Seorang anak SD biasanya membutuhkan sepeda berukukuran roda 18″ atau 20″ dan anak yang akan masuk SMP biasanya membutuhkan sepeda ukuran 24″ atau 26″. Terkadang orangtua dan anak memaksakan diri untuk menggunakan sepeda ukuran 20″ bagi anak baru masuk SD, dan sepeda ukuran 26″ bagi anak baru masuk SMP, padahal sebenarnya ukuran tersebut terlalu besar.

3. Ketiga, memilih sepeda dengan fork suspensi (garpu skok) atau fork rigid (garpu tanpa skok). Sepeda bersuspensi lebih baik dipilih apabila si anak menempuh jalan non-aspal. Jadi kalau si anak tidak melewati medan non-aspal yang banyak, sepeda tanpa skok pun akan sama baiknya.

4. Keempat, memilih sepeda dengan rem cakram (disc brake) atau rem karet. Sepeda rem cakram terkadang merepotkan ketika mengalami keausan. Kendalanya biasanya pada isi cakram yang tidak cocok bentuknya dan hanya toko-toko cukup besar yang menyediakan. Berbeda dengan sepeda dengan rem karet, lebih mudah mengganti dan bengkel kecil biasanya menyediakan stoknya. Tapi, saat ini sudah jarang ditemui sepeda dengan pengeraman karet karena anak-anak merasa sepeda dengan rem cakram lebih keren dan bergaya. Pabrik sepeda MTB (Mountain Bike) / Sepeda Gunung pun menangkap keinginan ini dan membuat beberapa sepeda murah dengan menggunakam rem cakram. Tapi untuk sepeda anak rem karet masih dominan digunakan.

5. Kelima, memilih sistem transmisi atau sepeda freewheel satu kecepatan. Pada sistem transmisi, kami menyarankan untuk anak baru masuk SD menggunakan sepeda tanpa sistem transmisi. Seringkali ketidaktahuannya menyebabkan sistem transmisi berumur pendek. Sistem transmisi tidak boleh digunakan dalam keadaan sepeda tidak dikayuh, dan anak-anak umumnya tidak mengerti larangan-larangan ini. Berbeda dengan anak akan masuk SMP, mereka sudah cukup mahir menggunakan sepeda bertransmisi sehingga memilihkan sepeda dengan merk transmisi bagus akan lebih baik.

6. Keenam, memilih jenis komponen roda. Komponen roda yang terdiri dari ruji, velk, freehub, ban dalam, dan ban luar penting untuk dipahami. Beberapa merk sepeda membuat sepeda dengan ruji yang tidak standar. Ada yang membuat lebih gepeng, berulir, lebih besar, lebih banyak jumlahnya (48 jari), lebih sedikit jumlahnya (28 jari) padahal umumnya jumlah ruji satu roda ialah 36 buah.

Tinggalkan Balasan